PERKEMBANGAN PROCESSOR DARI GENERASI KE GENERASI
PERKEMBANGAN PROCESSOR DARI GENERASI KE GENERASI
By yuzuhara
PERKEMBANGAN PROCESSOR DARI GENERASI KE
GENERASI
PC didesain berdasar
generasi-generasi CPU yang berbeda. Intel bukan satu-satunya perusahaan yang
membuat CPU, meskipun yang menjadi pelopor diantara yang lain. Pada tiap
generasi yang mendominasi adalah chip-chip Intel, tetapi pada generasi kelima
terdapat beberapa pilihan selain chip Intel.
GENERASI 1 (Processor 8088 dan 8086)
Processor 8086 (1978)
merupakan CPU 16 bit pertama Intel yang menggunakan bus sistem 16 bit. Tetapi
perangkat keras 16 bit seperti motherboard saat itu terlalu mahal, dimana
komputer mikro 8 bit merupakan standart. Pada 1979 Intel merancang ulang CPU
sehingga sesuai dengan perangkat keras 8 bit yang ada. PC pertama (1981) mempunyai
CPU 8088 ini. 8088 merupakan CPU 16 bit, tetapi hanya secara internal. Lebar
bus data eksternal hanya 8 bit yang memberi kompatibelan dengan perangkat keras
yang ada.
Sesungguhnya 8088
merupakan CPU 16/8 bit. Secara logika prosesor ini dapat diberi nama 8086SX.
8086 merupakan CPU pertama yang benar-benar 16 bit di keluarga ini.
GENERASI 2 Processor 80286
286 (1982) juga
merupakan prosessor 16 bit. Prosessor ini mempunyai kemajuan yang relatif besar
dibanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi
perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah. 286 menghasilkan kerja
lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086. Pada kecepatan awal (6 MHz)
berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan
dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz yang digunakan pada IBM PC-AT (1984).
Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode
perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode
pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke
Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected
kembali ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang
menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu.
GENERASI 3 Processor 80386 DX
386 diluncurkan 17
Oktober 1985. 80386 merupakan CPU 32 bit pertama. Dari titik pandang PC DOS
tradisional, bukan sebuah revolusi. 286 yang bagus bekerja secepat 386SX
pertama-walaupun menerapkan mode 32 bit. Prosessor ini dapat mengalamati memori
hingga 4 GB dan mempunyai cara pengalamatan yang lebih baik daripada 286. 386
bekerja pada kecepatan clock 16,20, dan 33 MHz. Belakangan Cyrix dan AMD
membuat clones/tiruan-tiruan yang bekerja pada 40 MHz. 386 mengenalkan mode
kerja baru disamping mode real dan protected pada 286. Mode baru itu disebut
virtual 8086 yang terbuka untuk multitasking karena CPU dapat membuat beberapa
8086 virtual di tiap lokasi memorinya sendiri-sendiri. 80386 merupakan CPU
pertama berunjuk kerja baik dengan Windows versi- versi awal.
Processor 80386SX
Chip ini merupakan
chip yang tidak lengkap yang sangat terkenal dari 386DX. Prosessor ini hanya
mempunyai bus data eksternal 16 bit berbeda dengan DX yang 32 bit. Juga, SX
hanya mempunyai jalur alamat 24. Oleh karena itu, prosessor ini hanya dapat
mengalamati maksimum RAM 16 MB. Prosessor ini bukan 386 yang sesungguhnya,
tetapi motherboard yang lebih murah membuatnya sangat terkenal.
GENERASI 4 Processor 80486 DX
80486 dikeluarkan 10
April 1989 dan bekerja dua kali lebih cepat dari pendahulunya. Hal ini dapat
terjadi karena penanganan perintah-perintah x86 yang lebih cepat, lebih-lebih
pada mode RISC. Pada saat yang sama kecepatan bus dinaikkan, tetapi 386DX dan
486DX merupakan chip 32 bit. Sesuatu yang baru dalam 486 ialah menjadikan satu
math coprocessor/prosesor pembantu matematis.
Sebelumnya, math
co-processor yang harus dipasang merupakan chip 387 yang terpisah, 486 juga
mempunyai cache L1 8 KB.
Processor 80486 SX
Prosessor ini
merupakan chip baru yang tidak lengkap. Math co-processor dihilangkan
dibandingkan 486DX.
Processor Cyrix 486SLC
Cyrix dan Texas
Instruments telah membuat serangkaian chip 486SLC. Chip-chip tersebut
menggunakan kumpulan perintah yang sama seperti 486DX, dan bekerja secara
internal 32 bit seperti DX. Tetapi secara eksternal bekerja hanya pada 16 bit
(seperti 386SX). Oleh karena itu, chip-chip tersebut hanya menangani RAM 16 MB.
Lagipula, hanya mempunyai cache internal 1 KB dan tidak ada mathematical
co-processor. Sesungguhnya chip-chip tersebut hanya merupakan perbaikan
286/386SX. Chip-chip tersebut bukan merupakan chip-chip clone. Chip-chip
tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar dalam arsitekturnya jika
dibandingkan dengan chip Intel.
Processor IBM 486SLC2
IBM mempunyai chip 486
buatan sendiri. Serangkaian chip tersebut diberi nama SLC2 dan SLC3. Yang
terakhir dikenal sebagai Blue Lightning. Chip-chip ini dapat dibandingkan
dengan 486SX Intel, karena tidak mempunyai mathematical coprocessor yang
menjadi satu. Tetapi mempunyai cache internal 16 KB (bandingkan dengan Intel
yang mempunyai 8 KB). Yang mengurangi unjuk kerjanya ialah antarmuka bus dari
chip 386. SLC2 bekerja pada 25/50 MHz secara eksternal dan internal, sedangkan
chip SLC3 bekerja pada 25/75 dan 33/100 MHz. IBM membuat chip-chip ini untuk PC
mereka sendiri dengan fasilitas mereka sendiri, melesensi logiknya dari Intel.
Perkembangan 486 Selanjutnya
DX4;
Prosessor-prosessor DX4 Intel mewakili sebuah peningkatan 80486. Kecepatannya
tiga kali lipat dari 25 ke 75 MHz dan dari 33 ke 100 MHz. Chip DX4 lainnya
dipercepat hingga dari 25 ke 83 MHz. DX4 mempunyai cache internal 16 KB dan
bekerja pada 3.3 volt. DX dan DX2 hanya mempunyai cache 8 KB dan memerlukan 5
volt dengan masalah panas bawaan.
GENERASI 5 Pentium Classic (P54C)
Chip ini dikembangkan
oleh Intel dan dikeluarkan pada 22 Maret 1993. Prosessor Pentium merupakan
super scalar, yang berarti prosessor ini dapat menjalankan lebih dari satu
perintah tiap tik clock. Prosessor ini menangani dua perintah tiap tik, sebanding
dengan dua buah 486 dalam satu chip. Terdapat perubahan yang besar dalam bus
sistem : lebarnya lipat dua menjadi 64 bit dan kecepatannya meningkat menjadi
60 atau 66 MHz. Sejak itu, Intel memproduksi dua macam Pentium yang bekerja
pada sistem bus 60 MHz (P90, P120, P150, dan P180) dan sisanya, bekerja pada 66
MHz(P100, P133,P166, dan P200).
Cyrix 6×86
Chip dari perusahaan
Cyrix yang diperkenalkan 5 Februari 1996 ini merupakan tiruan Pentium yang
murah. Chip ini kompatibel dengan Pentium, karena cocok dengan Socket 7. Cyrix
memasarkan CPU-CPUnya dengan membandingkan pada frekuensi clock Intel. Cyrix
6×86 dikenal dengan unjuk kerja yang buruk pada floating pointnya. Cyrix
mempunyai masalah saat menjalankan NT 4.0.
AMD (Advanced Micro Devices)
Pentium-pentium AMD
seperti chip-chip yang ditawarkan oleh Intel bersaing dengan ketat. AMD
menggunakan teknologi- teknologi mereka sendiri. Oleh karena itu, prosesornya
bukan merupakan clone-clone. AMD mempunyai seri sebagai berikut : - K5, dapat
disamakan dengan Pentium-pentium Classic (dengan cache L1 16 KB dan tanpa MMX).
- K6, K6-2, dan K6-3 bersaing dengan Pentium MMX
dan Pentium II.
- K7 Athlon, Agustus 1999, tidak kompatibel
dengan Socket 7.
AMD K5
K5 merupakan tiruan
Pentium. K5 lama sebagai contoh dijual sebagai PR133 (Perform Rating).
Maksudnya, bahwa chip tersebut akan berunjuk kerja seperti sebuah Pentium P133.
Tetapi, hanya berjalan 100 MHz secara internal. Chip tersebut masih harus
dipasang pada motherboard seperti sebuah P133. K5 AMD juga ada yang PR166. Chip
ini dimaksudkan untuk bersaing dengan P166 Intel. Bekerja hanya pada 116.6 MHz
(1.75 x 66 MHz) secara internal. Hal ini dikarenakan cache yang dioptimasi dan
perkembangan-perkembangan baru lainnya. Hanya ada fitur yang tidak sesuai
dengan P166 yaitu dalam kerja floating-point. PR133 dan PR166 berharga jauh
lebih murah dari jenis Pentium yang sebanding, dan prosessor ini sangat
terkenal pada mesin-mesin dengan harga yang murah.
Pentium MMX (P55C)
Pentium-pentium P55C
diperkenalkan 8 Januari 1997. MMX merupakan kumpulan perintah baru ( 57 integer
baru, 4 jenis data baru dan 8 register 64 bit), yang menambah kemampuan CPU
tersebut. Perintah-perintah MMX dirancang untuk program-program multimedia.
Pemrogram dapat menggunakan perintahperintah ini dalam program-programnya. Hal
ini akan memberikan perbaikan dalam menjalankan program.
IDT Winchip
IDT merupakan
perusahaan yang lebih kecil yang menghasilkan CPU seperti Pentium MMX dengan
harga murah. WinChip C6 pertama IDT diperkenalkan pada Mei 1997.
AMD K6
K6 AMD diluncurkan 2
April 1997 . Chip ini berunjuk kerja sedikit lebih baik dari Pentium MMX. Oleh
karena itu termasuk dalam keluarga P6.
· Dilengkapi dengan 32+32 KB cache L1 dan MMX.
· Berisi 8.8 juta transistor.
K6 seperti halnya K5
kompatibel dengan Pentium. Maka, dapat diletakkan di Socket 7, pada motherboard
Pentium umumnya, dan ini segera membuat K6 menjadi sangat terkenal.
Cyrix 6×86MX (MII)
Cyrix juga mempunyai
chip dengan unjuk kerja tinggi, berada diantara generasi ke- 5 dan ke-6. Jenis
pertama didudukkan melawan chip Pentium MMX dari Intel. Jenis berikutnya dapat
dibandingkan dengan K6. Prosessor kelompok P6 yang powerful dari Cyrix
diumumkan sebagai “M2”. Diperkenalkan pada 30 Mei 1997 namanya menjadi 6×86MX.
Kemudian diberi nama MII. Chip 6×86MX ini kompatibel dengan Pnetium MMX dan
dipasangkan pada motherboard Socket 7 biasa, 6×86MX mempunyai 64 KB cache L1
internal. Cyrix juga memanfaatkan teknologi yang tidak ditemukan di dalam
Pentium MMX.
6X86MX secara khusus
dibandingkan dengan CPU generasi ke-6 lainnya (Pentium II dan Pro dan K6)
karena tidak bekerja berdasar kernel RISC. 6X86MX menjalankan perintah CISC
asli seperti Pentium MMX.
6X86MX mempunyai –
seperti semua prosessor dary Cyrix – masalah yang berhubungan dengan unit FPU.
Tetapi, jika hanya digunakan untuk aplikasi standart, hal ini bukan masalah.
Masalah akan muncul jika memainkan game 3D. 6×86MX chip yang cukup powerful.
Tetapi chip-chip ini tidak punya FPU dan MMX yang berunjuk kerja baik.
Chip-chip ini tidak memasukkan teknologi 3DNow!
Kecepatan Internal dan Eksternal 6×86MX
6×8MX Kecepatan internal Kecepatan
eksternal
PR166 150 MHz 60 MHz
PR200 166 MHz 66 MHz
PR233 188 MHz 75 MHz
PR266 225 MHz 75 MHz
PR300 233 MHz 66 MHz
PR333 255 MHz 83 MHz
PR433 285 MHz 95 MHz
PR466 333 MHz 95 MHz
Dua jenis 6X86MX dan
MII, pada 14 April 1998 versi Cyrix MII diluncurkan. Chip ini sebenarnya chip
yang sama dengan 6×86MX hanya bekerja pada frekuensi clock yang lebih tinggi.
Selanjutnya tegangannya dikurangi hingga 2.2 volt.
AMD K6-2
Versi “model 8”
berikutnya K6 mempunyai nama sandi “Chomper”. Prosessor ini pada 28 Mei 1998
dipasarkan sebagai K6-2, dan seperti versi model 7 K6 yang asli, dibuat dengan
teknologi 0.25 mikron. Chip-chip ini bekerja hanya dengan 2.2 voltage. Chip ini
berhasil menjadi saingan Pentium II Intel.
K6-2 dibuat untuk bus
front side (bus sistem) pada kecepatan 100 MHz dan motherboard Super 7. AMD
membuat perusahaan lain seperti Via dan Alladin, membuat chip set baru untuk
motherboard Socket 7 tradisional, setelah Intel tahu 1997 menghentikan platform
tersebut.
K6-2 juga diperbaiki
dengan unjuk kerja MMX yang dua kali lebih baik dibandingkan dengan K6 yang
awal. K6-2 mempunyai plug-in 3D baru (disebut 3DNow!) untuk unjuk kerja game
yang lebih baik. Terdiri dari 21 perintah baru yang dapat digunakan oleh
pengembang perangkat lunak untuk memberikan unjuk kerja 3D yang lebih baik.
Dukungan termasuk dalam DirectX 6.0 untuk
Windows. DirectX merupakan multimedia API, untuk Windows. DirectX merupakan
beberapa program yang dapat meningkatkan unjuk kerja multimedia di dalam semua
program Windows.
Multimedia 3DNow!
tidak kompatibel dengan MMX, tetapi K6-2 mempunyai MMX sebaik 3DNow!. Cyrix dan
IDT juga meluncurkan CPU dengan 3DNow!.
K6-2 memberi unjuk
kerja sangat, sangat bagus. Anda dapat membandingkan prosessor ini dengan
Pentium II. K6-2 350 MHz berunjuk kerja sangat mirip dengan Pentium II-350,
tetapi dijual dengan lebih murah. Dan dapat menghemat lebih banyak sebab
motherboard yang lebih murah.
K6-2 Dengan Bus dan Clock-nya
K6-2 Bus Clock
266 MHz 66 MHz 4.0 x 66 MHz
266 MHz 88 MHz 3.0 x 88 MHz
300 MHz 100 MHz 3.0 x 100 MHz
333 MHz 95 MHz 3.5 x 95 MHz
350 MHz 100 MHz 3.5 x 100 MHz
380 MHz 95 MHz 4.0 x 95 MHz
400 MHz 100 MHz 4.0 x 100 MHz
GENERASI 6 Pentium Pro
Pengembangan Pentium
Pro dimulai 1991, di Oregon. Diperkenalkan pada 1 November, 1995 . Pentium Pro
merupakan prosessor RISC murni, dioptimasi untuk pemrosesan 32 bit pada Windows
NT atau OS/2. Fitur yang baru ialah bahwa cache L2 yang menjadi satu Chip
raksasa, dengan chip empat persegi panjang dan Socket-8nya. Unit CPU dan cache
L2 merupakan unit yang terpisah di dalam chip ini.
Pentium II
Pentium Pro “Klamath”
merupakan nama sandi prosessor puncak Intel. Prosessor ini mengakhiri seri
Pentium Pro yang sebagian terdapat pengurangan dan sebagaian terdapat
perbaikan.
Diperkenalkan 7 Mei 1997, Pentium II mempunyai
fitur- fitur :
·
CPU diletakkan bersama dengan 512 KB L2 di dalam sebuah modul SECC (Single Edge
Contact Cartridge)
·
Terhubung dengan motherboard menggunakan penghubung/konektor slot one dan bus
P6 GTL+.
·
Perintah-perintah MMX.
·
Perbaikan menjalankan program 16 bit (menyenangkan bagi pengguna Windows 3.11)
·
Penggandaan dan perbaikan cache L1 (16 KB + 16 KB).
·
Kecepatan internal meningkat dari 233 MHz ke 300 MHz (versi berikutnya lebih
tinggi).
·
Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU.
Dengan rancangan yang
baru, cache L2 mempunyai bus sendiri. Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan
CPU, seperti 133 MHz atau 150 MHz. Jelas merupakan sebuah kemunduran dari
Pentium Pro, yang dapat bekerja pada 200 MHz antara CPU dan cache L2. Hal ini
dijawab dengan cache L1. Dibawah ini terlihat perbandingan tersebut :
Pentium II telah
tersedia dalam 233, 266, 300, 333,350, 400, 450, dan 500 MHz (kecepatan yang
lebih tinggi segera muncul). Dengan chip set 8244BX dan i810 Pentium II
mempunyai unjuk kerja yang baik sekali.
Pentium II berbentuk kotak plastik persegi empat
besar, yang berisi CPU dan cache. Juga terdapat kontroler kecil (S824459AB) dan
kipas pendingin dengan ukuran yang besar.
Perbedaan
CPU dengan Cache
CPU Laju pemindahan Kecepatan Laju
pemindahan
‘ L1 clock L2 L2 ,
Pentium 200 777 MB/det. 66 MHz 67 MB/det.
Pentium 200 MMX 790 MB/det 66 MHz 74 MB/det
Pentium Pro 200 957 MB/det 200 MHz 316 MB/det
Pentium II 266 MHz 1,175 MB/det 133 MHz 221
MB/det
Pentium-II Celeron
Awal 1998 Intel
mempunyai masa yang sulit dengan Pentium Pro II yang agak mahal. Banyak
pengguna membeli AMD K6-233M, yang menawarkan unjuk kerja sangat baik pada
harga yang layak.
Maka Intel membuat
merek CPU baru yang disebut Celeron. Prosesor ini sama dengan Pnetium II
kecuali cache L2 yang telah dilepas. Prosessor ini dapat disebut Pentium II-SX.
Pada 1998 Intel mengganti Pentium MMX-nya dengan Celeron pertama. Kemudian
rancangannya diperbaiki.
Cartridge Celeron
sesuai dengan Slot 1 dan bekerja pda sistem bus 66 MHz. Clock internal bekerja
pada 266 atau 300 MHz.
Pentium-II Celeron A : Mendocino
Bagian yang menarik
dari cartridge baru dengan 128 KB cache L2 di dalam CPU. Hal ini memberikan
unjuk kerja yang sangat baik, karena cache L2 bekerja pada kecepatan CPU penuh.
Celeron 300A merupakan sebuah chip dalam kartu :
Pentium-II Celeron PPGA : Socket 370
Socket 370 baru untuk
Celeron. Prosessor 400 dan 366 MHz (1999) tersedia dalam plastic pin grid array
(PPGA). Socket PGA370 terlihat seperti Socket 7 tradisional.yang mempunyai 370
pin.
Pentium-II Xeon
Pada 26 Juali 1998
Intel mengenalkan cartridge Pentium II baru yang diberi nama Xeon. Ditujukan
untuk server dan pemakai high-end. Xeon merupakan Pentium II degnan cartridge
baru yang sesuai konektor baru yang disebut Slot two. Modul ini dua kal lebih
tinggi dari Pentium II, tetapi ada perubahan dan perbaikan penting lain :
· Chip RAM cache L2 jenis baru: CSRAM (Custom
SRAM), yang bekerja pada kecepatan CPU penuh.
· Ukuran cache L2 yang berbeda : 512, 1024, atau
2048 KB RAM L2.
· Memori RAM hingga 8 GB dapat di-cache.
· Hingga empat atau delapan Xeon dalam satu
server.
· Mendukung server yang dicluster.
· Chip set baru 82440GX dan 82450NX.
Chip Xeon bekerja pada
kecepatan clock CPU penuh. Dapat diperkirakan, bahwa akan mempunyai unjuk kerja
yang sama seperti cache L1. Tetapi antarmuka dari L1 ke L2 bernilai beberapa
tik clock pada awal tiap perpindahan, sehingga ada beberapa kelambatan. Tetapi
jika data sudah dipindahkan, bekerja pada kecepatan clock penuh.
AMD K6-3
AMD K6-3 merupakan
model 9 dengan nama sandi “Sharptooth”, yang mungkin memiliki cache tiga
tingkat :
· Sedikit perbaikan dibandingkan unit K6-2
· Cache L2 sebesar 258 KB satu chip
· Rancangan cache tiga tingkat
· Bus front side 133 MHz baru.
· Kecepatan clock 400 MHz dengan 450 MHz.
Kedua cache 64 KB L1
dan 256 KB L2 disatukan dengan chipnya. Cache pada die L2 ini bekerja pada
kecepatan prosesor penuh seperti yang dilakukan pada Pentium Pro, dan seperti
yang dilakukan pada Celeron A dan pada prosessor Xeon dari Intel.
Hal ini secara pasti akan banyak meningkatkan
kecepatan K6 ! Karena K6-3 digunakan pada motherboard Super 7 dan ruang untuk
cache tingkat berikutnya cache L3. Perancangan cache tiga tingkat dibuat untuk
menggunakan motherboard yang sudah ada hingga 2 MB cache yang on-board. Ini
seharusnya merupakan cache L2 (pada motherboard) yang digunakan sebagai cache
tingkat tiga. Hal ini terjadi secara otomatis, dan semakin besar cache namapak
akan banyak meningkatkan unjuk kerjanya !
Pentium III – Katmai
CPU P6 pertama dari
Intel ialah Pentium Pro. Kemudian didapatkan PentiumII dalam pelbagai jenis.
Dan yang terakhir adalah Pentium III. Maret 1999 Intel mengenalkan kumpulan
MMX2 baru yang ditingkatkan untuk perintayh grafis (diantaranya 70 buah).
Perintah ini disebut Katmai New Instructions (KNI) /Perintah Baru Katmai atau
SSE. Perintah ini ditujukan untuk meningkatkan unjuk kerja game 3D – seperti
teknologi 3DNow! AMD. Katmai memasukkan “double precision floating-point single
instruction multiple data”/”floating point dengan ketelitian ganda satu
perintah banyak data” (atau DPFS SIMD untuk singkatnya) yang bekerja dalam
delapan register 128 bit.
KNI diperkenalkan pada
Pentium III 500 MHz baru. Prosessor ini sangat mirip dengan Pentium II.
Menggunakan Slot 1, dan hanya berbeda pada fitur baru seperti pemaikaian Katmai
dan SSE.
Prosessor ini dipasangkan pada motherboard
dengan chip set BX dan slot 1.
Prosesor ini mempunyai beberapa fitur :
· Nomer pengenal
· Register baru dan 70 perintah baru
Akhirnya kecepatan
clock dinaikkan hingga 500 MHz dengan ruang untuk peningkatan lebih lanjut.
Pentium III Xeon (dengan nama sandi Tanner) diperkenalkan 17 Maret 1999. Chip
Xeon diperbarui dengan semua fitur baru dari Pentium III. Untuk memanfaatkannya
Intel telah mengumumkan chip set Profusion.
Nomer pengenal PSN
(Processor Serial Number), unik untuk tiap CPU, telah menyebabkan banyak
pembicaraan masalah keamanan. Nomer ini bernilai 96 bit yang diprogram secara
elektronik ke dalam tiap chiop. Sesungguhnya ini berarti inisiatif yang sangat
bijaksana, yang dapat membuat perdagangan elektronik dan penyandian dalam
Internet menjadi aman dan efektif.
GENERASI 7 AMD K-7 Athlon
Processor AMD utama
yang sangat menggemparkan Athlon (K7) diperkenalkan Agustus 1999. Tanggapan
Intel (nama sandi Foster) tidak dapat diharapkan hingga akhir tahun 2000. Dalam
bulan-bulan pertama, pasar menanggapi Athlon sangat positif. Nampaknya (seperti
yang diharapkan) untuk mengungguli Pentium III pada frekuensi clock yang sama.
· Seperti modul pada Pentium II , yang
rancangannya sepenuhnya milik AMD. Socket tersebut disebut Slot A.
· Kecepatan clock 600 MHz merupakan versi
pertama.
· Cache L2 mencapai 8 MB (minimum 512 KB, tanpa
tambahan TAG-RAM).
· Cache L1 128 KB.
· Berisi 22 juta transistor (Pentium III
mempunyai 9.3 juta).
· Bus jenis baru
·
Jenis bus sistem yang benar-benar baru, yang pada versi pertama akan bekerja
pada 200 MHz. Peningkatan hingga 400 MHz diharapkan kemudian. Kecepatan RAM
200MHz merupakan dua kali lebih cepat daripada semua CPU Intel yang ada.
Kecepatan yang tinggi ini akan memerlukan RAM cepat yang baru untuk memperoleh
keuntungan penuh dari akibat ini.
·
Bus backside yang bebas, yang menghubungkan cache L2. Disini kecepatan clock
dapat menjadi ¼, 1/3, 2/3 atau sama dengan frekuensi CPU internal. Hal itu
merupakan sistem yang sama seperti yang digunakan pada sistem P6 dimana
kecepatan L2 bisa setengah (Celeron, Pentium II dan III) atau kecepatan CPU
penuh (seperti Xeon).
· Pengkodean yang berat dan DPU
·
Tiga pengkode perintah menerjemahkan perintah program RISCx86 ke perintah RISC
yang efektif, ROP, dimana hingga 9 perintah dapat dijalankan secara sererntak.
Uji coba pertama menunjukkan pengkodean 2.8 perintah CISC tiap putaran clock.
Hal ini kira-kira 30% lebih baik dari Pentium II dan III.
·
Dapat menangani dan menyusun kembali hingga 72 perintah (diluar ROP) secara
serentak (Pentium III dapat melakukan 40, K6-2 hanya 24).
·
Unjuk kerja FPU yang hebat dengan tiga perintah serentak dan satu GFLOP pada
500 floating point. Dua GFLOP dengan perintah MMX dan 3DNow! Hal itu sedikitnya
sama dengan unjuk kerja Pentium III dengan memanfaatkan secara penuh Katmai.
Mesin 3DNow! bahkan sudah diperbaiki dibandingkan pada K6-3.
Unjuk kerja Athlon
Processor FPU Winmark
Intel Pentium III/500 2562
AMD Athlon / 500 MHz 2767
·
AMD tidak punya lisensi untuk menggunakan rancang bangun Slot 1, sehingga
rangkaian logika kontroler datang dari Digital Equipment Corp. Disebut EV6 dan
dirancang untuk CPU Alpha 21264. Perusahaan AMD merencanakan untuk
mengembangkan chip set mereka sendiri, tetapi rancang bangunnya akan menjadi
bebas royalti untuk digunakan. Hal ini menjadikan prosessor pertama AMD yang
menggunakan motherboard dan chip set yang dirancang khusus oleh AMD sendiri.
·
Penggunaan bus EV6 memberi banyak lebar band daripada Intel GTL+. Hal ini
berarti bahwa Athlon mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan jenis RAM baru
seperti RDRAM. Juga penggunaan 128 KB cache L1 yang cukup berat. Cache L1
penting jika kecepatan clock meningkat dan 128 KB dua kali dari ukuran milik
Pentium II.
·
Athlon akan hadir dalam beberapa versi. Versi “paling lambat” mempunyai cache
L2 yang bekerja sepertiga kecepatan CPU, dimana yang paling bagus akan bekerja pada
kecepatan CPU penuh (seperti yang dilakukan oleh Xeon). Athlon akan memberi
persainga n Intel dalam segala lapisan termasuk server, yang dapat dibandingkan
dengan prosessor Xeon.
PERKEMBANGAN PROCESSOR BERBASIS INTEL
Ada
banyak macam processor yang tersedia saat ini. Beberapa didesain untuk
kebutuhan pada komputer portable, yang lainnya khusus didesain untuk penggunaan
multi media. Pembahasan berikut ini menerangkan secara sekilas tentang tipe
prosesor berbasis Intel secara umum beserta fitur- fiturnya.
MMX Technology
Teknologi MMX dari
Intel didesain untuk meningkatkan performa multimedia dan aplikasi komunikasi.
Sebelum adanya MMX, beberapa processor secara terpisah digunakan untuk
mengimplementasikan komunikasi dan suara dalam system komputer. Dengan desain
MMX, teknologi ini dapat ditambahkan ke dalam desain dari processor. Hal ini
berarti himpunan instruksi yang dimiliki oleh processor dioptimalkan untuk
menangani bidang multimedia dan program komunikasi. MMX menambahkan 57
instruksi baru dalam himpunan instruksi dasar dari processor.
Instruksi- instruksi
ini dioptimalkan untuk dapat melakukan eksekusi dengan cepat. Tipe data baru
dan 64 bit registers juga ditambahkan untuk mendukung teknologi MMX.
Pentium II
Processor utama ini memiliki fitur :
· Kecepatan yang berkisar antara 233MHz sampai
450MHz (di tahun 1999)
· Cocok untuk workstations maupun servers
· Menggunakan single edge contact cartridge, 242
pins
· Termasuk 512KB level two cache
·
32KB dari level one cache dibagi menjadi 16KB data dan 16KB instruksi cache
Pentium Pro
Rangkaian Prosessor
ini sesuai untuk high-end servers yang membutuhkan sampai 4 processor. Fitur
yang dimilikinya :
· sesuai untuk high end workstations dan servers
· kecepatannya 150, 166, 180 dan 200MHz
· dapat diskalakan sampai 4 processors dalam
sistem multiprocessor
· dioptimalkan sampai dapat menjalankan aplikasi
32 bit.
· 8K/8K data terpisah dan instruksi level one
cache
Cerelon Processor
Processor Cerelon
didesain untuk pemakaian pasar konsumen di rumahan. Processor ini memiliki
fitur :
· kecepatan berkisar dari 266 sampai 500MHz (di
tahun 1999)
· Mirip dengan Pentium II processor
· Versi 300 dan 333MHz termasuk 128K dari level
two cache
· level one cache 32K (terdiri dari 16K
instruksi dan 16K data)
· meliputi teknologi MMX
Pentium III Processor
Berdasarkan pada mikro
arsitektur P6, merupakan media Intel MMX yang ditingkatkan dengan penyediaan
Streaming SIMD Extensions. Diaman terdapat 70 instruksi baru yang memungkinkan
penggambaran image tingkat lanjut, grafik 3D, audio dan video, dan pengenalan
percakapan. Fitur barunya adalah processor serial number, yaitu suatu nomer
elektronik yang ditambahkan ke setiap Processor Pentium III, yang dapat
digunakan oleh departement IT untuk manajemen informasi/asset.
Processor ini memiliki fitur :
· kecepatan berkisar 450MHz, 500MHz, 550MHz dan
600MHz (di tahun 1999)
· 70 Instruksi baru
· Intel® Processor Serial Number
· P6 Microarchitecture
· 100MHz system bus
· 512K Level Two Cache
· Intel® 440BX chipset
Xeon Pentium III Processor
Merupakan processor yang dapat diskalakan
(multiprocessor) sebanyak 2, 4, 8 atau lebih dan didesain secara khusus untuk
mid-range dan server/workstations yang lebih tinggi tingkatannya.
Processor ini memiliki fitur :
· Sesuai untuk high end workstations atau high
end servers
· Kecepatan berkisar dari 500 sampai 550MHz (di
tahun 1999)
· Mendukung penskalaan multiprocessor
· Memiliki processor serial number
· 32KB (16KB data /16KB instruction)
nonblocking, L1 cache
· 512Kbytes L2 cache
Generasi ke 8 Intel Core 2 duo
Processor generasi ke 8 adalah Core 2 Duo
yang di luncurkan pada juli 2007. Processor ini memakai microprocessor dengan arsitektur x86.
Arsitektur tersebut oleh Intel dinamakan dengan Intel Core Microarchitecture,
di mana arsitektur tersebut menggantikan arsitektur lama dari Intel yang
disebut dengan NetBurst sejak tahun 2000 yang lalu. Penggunaan Core 2 ini juga
menandai era processor Intel yang baru, di mana brand Intel Pentium yang sudah
digunakan sejak tahun 1993 diganti menjadi Intel Core.
Pada desain kali ini Core 2 sangat berbeda dengan NetBurst. Pada
NetBurst yang diaplikasikan dalam Pentium 4 dan Pentium D, Intel lebih
mengedepankan clock speed yang sangat tinggi. Sedangkan pada arsitektur Core 2
yang baru tersebut, Intel lebih menekankan peningkatan dari fitur-fitur dari
CPU tersebut, seperti cache size dan jumlah dari core yang ada dalam processor
Core 2. Pihak Intel mengklaim, konsumsi daya dari arsitektur yang baru tersebut
hanya memerlukan sangat sedikit daya jika dibandingkan dengan jajaran processor
Pentium sebelumnya.
Processor Intel Core 2 mempunyai fitur antara lain EM64T,
Virtualization Technology, Execute Disable Bit, dan SSE4. Sedangkan, teknologi
terbaru yang diusung adalah LaGrande Technology, Enhanced SpeedStep Technology,
dan Intel Active Management Technology (iAMT2).
Berikut adalah beberapa codenamed dari core processor yang terdapat
pada produk processor Intel Core 2, tentunya codenamed tersebut mempunyai
perbedaan antara satu dengan yang lainnya.
CONROE
Core processor dari Intel Core 2 Duo yang pertama diberi kode nama Conroe. Processor ini
dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan
desktop menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel
mengklaim bahwa Conroe mempunyai performa 40% lebih baik dibandingkan dengan
Pentium D yang tentunya sudah menggunakan dual core juga. Core 2 Duo hanya
membutuhkan daya yang lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D untuk
menghasilkan performa yang sudah disebutkan di atas.
Processor yang sudah menggunakan core Conroe diberi label
dengan “E6×00”. Beberapa jenis Conroe yang sudah beredar di pasaran adalah tipe
E6300 dengan clock speed sebesar1.86 GHz, tipe E6400 dengan clock speed sebesar
2.13 GHz, tipe E6600 dengan clock speed sebesar 2.4 GHz, dan tipe E6700 dengan
clock speed sebesar 2.67 GHz. Untuk processor dengan tipe E6300 dan E6400
mempunyai Shared L2 Cache sebesar 2 MB, sedangkan tipe yang lainnya mempunyai
L2 cache sebesar 4 MB. Jajaran dari processor ini memiliki FSB (Front Side BUS)
sebesar 1066 MT/s (Megatransfer) dan daya yang dibutuhkan hanya sebesar 65 Watt
TDP (Thermal Design Power).
Berdasarkan pengetesan yang ada dalam beberapa situs
yang kami temukan, sampai dengan tulisan ini diturunkan processor dari keluarga
Core 2 tersebut mampu menandingi musuh besarnya, yaitu AMD. Dan pada saat
di-overclocking sampai sebesar 4 GHz sekalipun, processor dengan tipe E6600 dan
E6700 masih mampu berkerja secara stabil walaupun multipliers yang dimiliki
sangat terbatas. Hasil tersebut mematahkan anggapan dari komunitas overclocker
yang menganggap bahwa processor buatan Intel tidak untuk di-overclocking.
Faktanya dari beberapa processor yang dites oleh beberapa situs tersebut, Intel
Core 2 Duo malah mampu mengungguli AMD yang sudah sekian lama menjadi “raja”
dari jajaran processor yang digunakan untuk desktop terutama fitur 3D Now!-nya.
CONROE XE
Core processor berikutnya adalah Conroe XE yang saat
ini banyak menjadi bahan perbincangan. Conroe XE sendiri adalah core processor
dari Intel Core 2 Extreme yang diluncurkan bersamaan dengan Intel Core 2 Duo
pada 27 Juli 2006. Conroe XE mempunyai tenaga lebih dibandingkan dengan Conroe. Tipe pertama dan
satusatunya yang dikeluarkan oleh Intel untuk jajaran processor Core 2 Extreme
adalah X6800 dan sudah beredar di pasaran saat ini meskipun jumlahnya sangat
terbatas.
Processor Intel Core 2 yang sudah memakai Intel Core
2 Extreme dengan core Conroe XE ini akan menggantikan posisi dari Processor
Pentium 4 EE (Extreme Edition) dan Dual Core Extreme Edition. Core 2 Extreme
mempunyai clock speed sebesar 2.93 GHz dan FSB sebesar 1066 MT/s. Keluarga dari
Conroe XE memerlukan TDP hanya sebesar 75 sampai 80 Watt. Dalam keadaan full
load temperature processor dari X6800 yang dihasilkan tidak akan melebihi 450C.
Lain lagi jika fungsi SpeedStep-nya berada dalam keadaan aktif. Jika aktif,
maka temperatur processor saat keadaan idle yang dihasilkan oleh X6800 hanya
berkisar sekitar 250C. Cukup mengesankan, mengingat pada generasi sebelumnya
processor Intel Pentium 4 Extreme Edition menghasilkan panas yang bisa
dikatakan sangat tinggi.
Hampir sama seperti Core 2 Duo, Core 2 Extreme
memiliki shared L2 cache sebesar 4 MB hanya saja perbedaan yang paling terlihat
dari kedua Conroe tersebut adalah kecepatan dari masing-masing clock speednya
saja. Sebenarnya untuk sebuah processor sekelas “Extreme Edition”, perbedaan
seharusnya bisa lebih banyak lagi, bukan hanya didasarkan pada besar kecilnya
clock speed-nya saja. Selain perbedaan clock speed tersebut, Core 2 Extreme
mempunyai fitur untuk merubah multipliers sampai 11x (step) untuk mendapatkan
hasil overclocking yang maksimal. Fitur-fitur unik lain yang disertakan juga
pada Core 2 Extreme Edition kali ini adalah FSB yang lebih besar, L2 cache
lebih besar, dan adanya L3 cache.
Intel Core 2 Extreme Edition dengan tipe X6800
mempunyai kinerja 36% lebih tinggi dibandingkan dengan AMD Athlon 64 FX-62.
Core 2 Extreme Edition X6800 mampu dioverclock sampai 3.4 GHz hanya dengan
menggunakan sebuah heatsink standar saja, kemampuan yang cukup luar biasa kami
rasa karena dengan begitu Anda tidak membutuhkan dana tambahan untuk sebuah
heatsink.
ALLENDALE
Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya
memiliki 2 MB L2 Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core
processornya adalah E6300 dengan clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan
clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar 1066 MT/s.
MEROM
Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang
diluncurkan secara bersamaan dengan Conroe,
Conroe XE, dan Allendale. Pada dasarnya, Merom mempunyai spesifikasi dan fitur
yang sama dengan Conroe
namun Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang sedikit.
Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari
notebook sebesar 20%, namun dengan menggunakan resource daya yang sama dengan
processor core duo yang memakai core processor Yonah. Selain itu, Merom adalah
processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T
64-bit di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis
dengan jajaran processor sebelumnya yaitu Intel Core Duo.
Processor Core 2 yang menggunakan core processor Merom diberi label
dengan “T5×00” dan “T7×00”. Keduanya mempunyai besar shared L2 cache yang
berbeda. Pada T5×00 L2 cache yang diusung adalah sebesar 2 MB, sedangkan pada
T7×00 L2 cache-nya adalah sebesar 4 MB.
Beberapa jenis dari Merom adalah T5500 dengan clock
speed sebesar 1.66 GHz, T5600 dengan clock speed sebesar 1.83 GHz, T7200 dengan
closk speed sebesar 2.00 GHz, T7400 dengan clock speed sebesar 2.16 GHz, dan
T7600 dengan clock speed sebesar 2.33 GHz.
Sesuai dengan jenisnya, processor ini didesain oleh
intel untuk diaplikasikan ke dalam notebook, karena kelebihannya yang hanya
membutuhkan sedikit resource daya dari sebuah baterai notebook untuk bisa
bekerja secara maksimal. Sehingga dengan begitu, tidak saja baterai notebook
Anda yang akan tahan lebih lama, namun tentu kinerja yang akan Anda dapatkan
akan lebih maksimal dibandingkan dengan processor core duo dengan core
processor Yonah.
Perbedaan Processor antar Generasi
1. Perbedaan
Clock Speed.
2. Perbedaan
Besar Canche Size.
3. Banyaknya
Core dalam suatu processor.
4. Processor
Baru ( Generasi Ke 8 ) lebih sedikit mengkonsumsi Daya Listrik.
5. Perbedaan
pada banyaknya Bus system dan Bus Address.
Mulai
20 Januari 2008, Intel Corp. meluncurkan procesor jenis Celeron yang berbasis
dual core,,
Tentunya sudah dibenahi sana-sini, termasuk penggantian microarchitecture ke Core (info:Processor P4 sampai processor dulu kala menggunakan Netburst microarchitecture),,
Namanya Celeron® Dual-Core E1200,,
Bekerja pada - 1.6Ghz,,
FSB - 800Mhz,,
L2 cache - 512Kb,,
TDP - 65W,,
Memboyong fitur-fitur:
- Enhanced Halt State (C1E)
- Enhanced Intel Speedstep® Technology
- Execute Disable Bit
- Intel® EM64T
- Intel® Thermal Monitor
Tentunya sudah dibenahi sana-sini, termasuk penggantian microarchitecture ke Core (info:Processor P4 sampai processor dulu kala menggunakan Netburst microarchitecture),,
Namanya Celeron® Dual-Core E1200,,
Bekerja pada - 1.6Ghz,,
FSB - 800Mhz,,
L2 cache - 512Kb,,
TDP - 65W,,
Memboyong fitur-fitur:
- Enhanced Halt State (C1E)
- Enhanced Intel Speedstep® Technology
- Execute Disable Bit
- Intel® EM64T
- Intel® Thermal Monitor
Prosesor ekonomis itu mengalami renovasi arsitektur
besar-besaran. Sejauh manakah peningkatan kinerja yang terjadi?
Celeron reborn, alias dilahirkan kembali. Demikian tajuk yang diangkat saat Intel Indonesia secara resmi menghadirkan jajaran prosesor Celeron seri 4 di pasaran Indonesia. Meskipun secara global prosesor ini sudah diluncurkan pada Juni lalu, namun ketersediaan prosesor tersebut di pasaran Indonesia boleh dibilang baru, yakni sekitar akhir tahun 2007.
Lalu kenapa Intel memberikan peresmian yang khusus untuk prosesor seri value mereka ini? Bukankah jajaran prosesor Celeron hanya merupakan “pelengkap penderita” saja dari deretan prosesor-prosesor yang digelar Intel? Jawabannya adalah karena Celeron terbaru tersebut sudah mengimplementasikan mikroarsitektur Core yang jadi andalan prosesor Intel saat ini.
Core Microarchitecture:
Persis pada prosesor desktop kelas mainstream ke atas, prosesor Intel Celeron terbaru ini juga telah menggunakan mikroarsitektur Core. Seperti diketahui, Core merupakan arsitektur teknologi prosesor Intel yang dibuat untuk menggantikan mikroarsitektur Netburst yang sudah digunakan sejak tahun 2000 pada prosesor Pentium-4.
Akan tetapi berhubung Celeron merupakan prosesor yang ditujukan untuk segmen value, tentu ada fitur-fitur yang dimiliki prosesor berbasis teknologi Core lainnya (seperti Pentium Dual Core, Core 2 Duo, Core 2 Quad, dan Core 2 Extreme) yang dikurangi. Selain untuk memangkas harga, hal tersebut juga dilakukan untuk menjaga pangsa pasar prosesor Intel lainnya yang harganya lebih tinggi. Namun demikian, secara teknologi, prosesor ini tidak berbeda dengan saudaranya yang lebih mahal.
Untuk memudahkan pengguna mengetahui Celeron versi Core dengan versi sebelumnya yang masih menggunakan arsitektur Netburst, Intel memberi kode awalan 4. Contohnya adalah 420, 430, dan 440, sedangkan nama core-nya sendiri adalah Conroe-L. Adapun fitur-fitur yang tersedia pada jajaran Conroe-L adalah:
· Single-Core Processing: Menggunakan mikroarsitektur baru, prosesor Celeron terbaru sudah menggunakan FSB 800MHz. Versi sebelumnya menggunakan FSB 533MHz.
· Intel Wide Dynamic Execution: Fitur ini berguna untuk meningkatkan kecepatan eksekusi dan efisiensi yang menghasilkan lebih banyak instruksi per satu waktu.
· Intel Smart Memory Access: Kini prosesor mampu mengoptimalkan bandwidth data dari memori untuk mempercepat eksekusi. Mekanisme prediksi baru ini mempersingkat waktu prosesor untuk menunggu data berikutnya yang akan diolah.
· Intel Advanced Digital Media Boost: Fitur untuk meningkatkan performa berbagai aplikasi video, audio, image, dan photo processing. Selain itu, aplikasi multimedia, enkripsi, finansial, engineering dan aplikasi ilmiah lain juga meningkat.
·Intel 64 Architecture: Dengan fitur ini, kini prosesor mampu mengakses memori yang berkapasitas lebih besar.
·Execute Disable Bit: Memungkinkan proteksi yang lebih lanjut dari serangan virus kalau sistem operasi yang digunakan mendukung.
·Intel Designed Thermal Solution: Prosesor versi box dari Celeron terbaru disediakan lengkap dengan solusi pendinginan yang khusus untuk prosesor yang bersangkutan. Dengan pendinginan tersebut, suhu dan tingkat kebisingan bisa lebih dioptimalkan.
·Thermal Diode and Enhanced HALT State: Pada Celeron seri 420, tersedia fitur Thermal diode dan Extended (Enhanced) HALT State. Dengan fitur ini, pada HALT State, prosesor mengonsumsi daya hanya 8 watt dibandingkan 35 watt pada operasi normal. Sayangya pada Celeron 430 dan Celeron 440 fasilitas ini di disable.
Celeron440:
Salah satu prosesor Celeron terbaru Intel yang hadir ke lab kami adalah seri 440. Prosesor dengan clock speed 2GHz ini memiliki L2 cache sebesar 512KB. Jika dibandingkan, ukurang cache ini hanya separuh dari prosesor ekonomis yang setingkat di atas seri Celeron 4 yakni Pentium Dual Core yang cache-nya sebesar 1MB namun dengan inti ganda. Saat bekerja, prosesor Celeron ini mengonsumsi daya rata-rata 65 watt dan dapat dimanfaatkan pada seluruh motherboard bersoket LGA 775 yang mendukung FSB 800MHz.
Ketika melakukan pengukuran kinerja, kami membandingkannya dengan performa salah satu prosesor Intel Celeron generasi Netburst yang kami gunakan di lab kami yakni Celeron D seri 346. Perbandingan spesifikasi kedua prosesor tersebut yang lengkap silahkan kunjungi sumbernya
Celeron reborn, alias dilahirkan kembali. Demikian tajuk yang diangkat saat Intel Indonesia secara resmi menghadirkan jajaran prosesor Celeron seri 4 di pasaran Indonesia. Meskipun secara global prosesor ini sudah diluncurkan pada Juni lalu, namun ketersediaan prosesor tersebut di pasaran Indonesia boleh dibilang baru, yakni sekitar akhir tahun 2007.
Lalu kenapa Intel memberikan peresmian yang khusus untuk prosesor seri value mereka ini? Bukankah jajaran prosesor Celeron hanya merupakan “pelengkap penderita” saja dari deretan prosesor-prosesor yang digelar Intel? Jawabannya adalah karena Celeron terbaru tersebut sudah mengimplementasikan mikroarsitektur Core yang jadi andalan prosesor Intel saat ini.
Core Microarchitecture:
Persis pada prosesor desktop kelas mainstream ke atas, prosesor Intel Celeron terbaru ini juga telah menggunakan mikroarsitektur Core. Seperti diketahui, Core merupakan arsitektur teknologi prosesor Intel yang dibuat untuk menggantikan mikroarsitektur Netburst yang sudah digunakan sejak tahun 2000 pada prosesor Pentium-4.
Akan tetapi berhubung Celeron merupakan prosesor yang ditujukan untuk segmen value, tentu ada fitur-fitur yang dimiliki prosesor berbasis teknologi Core lainnya (seperti Pentium Dual Core, Core 2 Duo, Core 2 Quad, dan Core 2 Extreme) yang dikurangi. Selain untuk memangkas harga, hal tersebut juga dilakukan untuk menjaga pangsa pasar prosesor Intel lainnya yang harganya lebih tinggi. Namun demikian, secara teknologi, prosesor ini tidak berbeda dengan saudaranya yang lebih mahal.
Untuk memudahkan pengguna mengetahui Celeron versi Core dengan versi sebelumnya yang masih menggunakan arsitektur Netburst, Intel memberi kode awalan 4. Contohnya adalah 420, 430, dan 440, sedangkan nama core-nya sendiri adalah Conroe-L. Adapun fitur-fitur yang tersedia pada jajaran Conroe-L adalah:
· Single-Core Processing: Menggunakan mikroarsitektur baru, prosesor Celeron terbaru sudah menggunakan FSB 800MHz. Versi sebelumnya menggunakan FSB 533MHz.
· Intel Wide Dynamic Execution: Fitur ini berguna untuk meningkatkan kecepatan eksekusi dan efisiensi yang menghasilkan lebih banyak instruksi per satu waktu.
· Intel Smart Memory Access: Kini prosesor mampu mengoptimalkan bandwidth data dari memori untuk mempercepat eksekusi. Mekanisme prediksi baru ini mempersingkat waktu prosesor untuk menunggu data berikutnya yang akan diolah.
· Intel Advanced Digital Media Boost: Fitur untuk meningkatkan performa berbagai aplikasi video, audio, image, dan photo processing. Selain itu, aplikasi multimedia, enkripsi, finansial, engineering dan aplikasi ilmiah lain juga meningkat.
·Intel 64 Architecture: Dengan fitur ini, kini prosesor mampu mengakses memori yang berkapasitas lebih besar.
·Execute Disable Bit: Memungkinkan proteksi yang lebih lanjut dari serangan virus kalau sistem operasi yang digunakan mendukung.
·Intel Designed Thermal Solution: Prosesor versi box dari Celeron terbaru disediakan lengkap dengan solusi pendinginan yang khusus untuk prosesor yang bersangkutan. Dengan pendinginan tersebut, suhu dan tingkat kebisingan bisa lebih dioptimalkan.
·Thermal Diode and Enhanced HALT State: Pada Celeron seri 420, tersedia fitur Thermal diode dan Extended (Enhanced) HALT State. Dengan fitur ini, pada HALT State, prosesor mengonsumsi daya hanya 8 watt dibandingkan 35 watt pada operasi normal. Sayangya pada Celeron 430 dan Celeron 440 fasilitas ini di disable.
Celeron440:
Salah satu prosesor Celeron terbaru Intel yang hadir ke lab kami adalah seri 440. Prosesor dengan clock speed 2GHz ini memiliki L2 cache sebesar 512KB. Jika dibandingkan, ukurang cache ini hanya separuh dari prosesor ekonomis yang setingkat di atas seri Celeron 4 yakni Pentium Dual Core yang cache-nya sebesar 1MB namun dengan inti ganda. Saat bekerja, prosesor Celeron ini mengonsumsi daya rata-rata 65 watt dan dapat dimanfaatkan pada seluruh motherboard bersoket LGA 775 yang mendukung FSB 800MHz.
Ketika melakukan pengukuran kinerja, kami membandingkannya dengan performa salah satu prosesor Intel Celeron generasi Netburst yang kami gunakan di lab kami yakni Celeron D seri 346. Perbandingan spesifikasi kedua prosesor tersebut yang lengkap silahkan kunjungi sumbernya
Dari hasil uji, terlihat bahwa prosesor ini memang sudah memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan prosesor generasi sebelumnya (lihat hasil uji di tabel). Padahal, dari sisi clock speed prosesor seri 3 yang kami gunakan, yakni Celeron 346 memiliki clock speed yang jauh lebih tinggi yakni 3066MHz dibandingkan dengan Celeron 440 yang hanya 2000MHz.
Pada simulai uji performa dengan aplikasi kerja sehari-hari yakni Sysmark 2004SE, terjadi peningkatan hingga di atas 20 persen. Pada aplikasi gaming seperti Doom 3, peningkatan performanya malah di atas 35 persen. Hal yang sama juga terjadi pada pengolahan data multimedia, seperti konversi audio, video dan render gambar.
Penasaran dengan kinerja maksimalnya, kami menyempatkan pula untuk melakukan overclocking terhadap prosesor ini. Menggunakan testbed kami kali ini, kami berhasil memaksa Celeron 440 tersebut bekerja pada clock speed 3,36 Ghz (FSB 336MHz x 10 multiplier). Namun kestabilan didapat kalau prosesor bekerja di kisaran clock speed 2,9-3GHz saja.
Celeron seri 4, seperti Celeron 440 merupakan prosesor yang cukup menarik digunakan bila Anda akan membangun sebuah PC ekonomis. Teknologi terkini yang diimplementasikan di dalam inti prosesor memastikan bahwa semua aplikasi yang tersedia saat ini bisa dijalankan dengan baik dan tentunya dengan kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan Celeron seri terdahulu.
HasilPengujian:
Pengguna yang akan membangun PC dengan budget terbatas kini dapat memilih Celeron seri 4. Selain sudah memiliki teknologi prosesor terkini, kinerjanya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan Celeron seri terdahulu.
Plus: Harga cukup terjangkau, kinerja sudah lebih baik karena menggunakan teknologi terbaru.
Minus: Masih menggunakan single core.
Perkembangan Prosesor Intel Core2Duo
Setelah
sukses dengan processor dual-core-nya yang bertajuk Intel Core Duo, Intel
kembali menghadirkan processor generasi selanjutnya, yaitu Intel Core 2 Duo dan
Intel Core 2 Extreme.
Luar biasa memang terobosan yang dibuat oleh Intel. Setelah tak lama
sebelumnya meluncurkan processor dual-core-nya, hanya dalam hitungan bulan Intel
kembali meluncurkan processor terbaru dengan sebutan Intel Core 2.
Core 2 sendiri adalah generasi ke-8 dari jajaran processor dari Intel
yang sudah memakai microprocessor dengan arsitektur x86. Arsitektur tersebut
oleh Intel dinamakan dengan Intel Core Microarchitecture, di mana arsitektur
tersebut menggantikan arsitektur lama dari Intel yang disebut dengan NetBurst
sejak tahun 2000 yang lalu. Penggunaan Core 2 ini juga menandai era processor
Intel yang baru, di mana brand Intel Pentium yang sudah digunakan sejak tahun
1993 diganti menjadi Intel Core.
Pada desain kali ini Core 2 sangat berbeda dengan NetBurst. Pada
NetBurst yang diaplikasikan dalam Pentium 4 dan Pentium D, Intel lebih
mengedepankan clock speed yang sangat tinggi. Sedangkan pada arsitektur Core 2
yang baru tersebut, Intel lebih menekankan peningkatan dari fitur-fitur dari
CPU tersebut, seperti cache size dan jumlah dari core yang ada dalam processor
Core 2. Pihak Intel mengklaim, konsumsi daya dari arsitektur yang baru tersebut
hanya memerlukan sangat sedikit daya jika dibandingkan dengan jajaran processor
Pentium sebelumnya.
Processor Intel Core 2 mempunyai fitur antara lain EM64T,
Virtualization Technology, Execute Disable Bit, dan SSE4. Sedangkan, teknologi
terbaru yang diusung adalah LaGrande Technology, Enhanced SpeedStep Technology,
dan Intel Active Management Technology (iAMT2).
Core Processor Intel Core 2
Saat kali pertama diluncurkan pada Juli 2006 yang lalu, ada beberapa
jenis core processor yang sekaligus dilemparkan ke pasaran oleh pihak Intel.
Seperti kebiasaan dari Intel, pembedaan dari beberapa processor didasarkan pada
pemberian codenamed pada tiap core processor tersebut.
Berikut adalah beberapa codenamed dari core processor yang terdapat
pada produk processor Intel Core 2, tentunya codenamed tersebut mempunyai
perbedaan antara satu dengan yang lainnya.
CONROE
Core processor dari Intel Core 2 Duo yang pertama diberi kode nama Conroe. Processor ini dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan desktop menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel mengklaim bahwa Conroe mempunyai performa 40% lebih baik dibandingkan dengan Pentium D yang tentunya sudah menggunakan dual core juga. Core 2 Duo hanya membutuhkan daya yang lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D untuk menghasilkan performa yang sudah disebutkan di atas.
Core processor dari Intel Core 2 Duo yang pertama diberi kode nama Conroe. Processor ini dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan desktop menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel mengklaim bahwa Conroe mempunyai performa 40% lebih baik dibandingkan dengan Pentium D yang tentunya sudah menggunakan dual core juga. Core 2 Duo hanya membutuhkan daya yang lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D untuk menghasilkan performa yang sudah disebutkan di atas.
Processor yang sudah menggunakan core Conroe diberi label dengan “E6×00”. Beberapa
jenis Conroe yang sudah beredar di pasaran adalah tipe E6300 dengan clock speed
sebesar1.86 GHz, tipe E6400 dengan clock speed sebesar 2.13 GHz, tipe E6600
dengan clock speed sebesar 2.4 GHz, dan tipe E6700 dengan clock speed sebesar
2.67 GHz. Untuk processor dengan tipe E6300 dan E6400 mempunyai Shared L2 Cache
sebesar 2 MB, sedangkan tipe yang lainnya mempunyai L2 cache sebesar 4 MB.
Jajaran dari processor ini memiliki FSB (Front Side BUS) sebesar 1066 MT/s
(Megatransfer) dan daya yang dibutuhkan hanya sebesar 65 Watt TDP (Thermal
Design Power).
Berdasarkan pengetesan yang ada dalam beberapa situs yang kami temukan,
sampai dengan tulisan ini diturunkan processor dari keluarga Core 2 tersebut
mampu menandingi musuh besarnya, yaitu AMD. Dan pada saat di-overclocking
sampai sebesar 4 GHz sekalipun, processor dengan tipe E6600 dan E6700 masih
mampu berkerja secara stabil walaupun multipliers yang dimiliki sangat
terbatas. Hasil tersebut mematahkan anggapan dari komunitas overclocker yang
menganggap bahwa processor buatan Intel tidak untuk di-overclocking. Faktanya
dari beberapa processor yang dites oleh beberapa situs tersebut, Intel Core 2
Duo malah mampu mengungguli AMD yang sudah sekian lama menjadi “raja” dari
jajaran processor yang digunakan untuk desktop terutama fitur 3D Now!-nya.
CONROE XE
Core processor berikutnya adalah Conroe XE yang saat ini banyak menjadi
bahan perbincangan. Conroe XE sendiri adalah core processor dari Intel Core 2
Extreme yang diluncurkan bersamaan dengan Intel Core 2 Duo pada 27 Juli 2006.
Conroe XE mempunyai tenaga lebih dibandingkan dengan Conroe. Tipe pertama dan satusatunya yang
dikeluarkan oleh Intel untuk jajaran processor Core 2 Extreme adalah X6800 dan
sudah beredar di pasaran saat ini meskipun jumlahnya sangat terbatas.
Processor Intel Core 2 yang sudah memakai Intel Core 2 Extreme dengan
core Conroe XE ini akan menggantikan posisi dari Processor Pentium 4 EE
(Extreme Edition) dan Dual Core Extreme Edition. Core 2 Extreme mempunyai clock
speed sebesar 2.93 GHz dan FSB sebesar 1066 MT/s. Keluarga dari Conroe XE
memerlukan TDP hanya sebesar 75 sampai 80 Watt. Dalam keadaan full load
temperature processor dari X6800 yang dihasilkan tidak akan melebihi 450C. Lain
lagi jika fungsi SpeedStep-nya berada dalam keadaan aktif. Jika aktif, maka
temperatur processor saat keadaan idle yang dihasilkan oleh X6800 hanya berkisar
sekitar 250C. Cukup mengesankan, mengingat pada generasi sebelumnya processor
Intel Pentium 4 Extreme Edition menghasilkan panas yang bisa dikatakan sangat
tinggi.
Hampir sama seperti Core 2 Duo, Core 2 Extreme memiliki shared L2 cache
sebesar 4 MB hanya saja perbedaan yang paling terlihat dari kedua Conroe
tersebut adalah kecepatan dari masing-masing clock speednya saja. Sebenarnya
untuk sebuah processor sekelas “Extreme Edition”, perbedaan seharusnya bisa
lebih banyak lagi, bukan hanya didasarkan pada besar kecilnya clock speed-nya
saja. Selain perbedaan clock speed tersebut, Core 2 Extreme mempunyai fitur
untuk merubah multipliers sampai 11x (step) untuk mendapatkan hasil
overclocking yang maksimal. Fitur-fitur unik lain yang disertakan juga pada Core
2 Extreme Edition kali ini adalah FSB yang lebih besar, L2 cache lebih besar,
dan adanya L3 cache.
Intel Core 2 Extreme Edition dengan tipe X6800 mempunyai kinerja 36%
lebih tinggi dibandingkan dengan AMD Athlon 64 FX-62. Core 2 Extreme Edition
X6800 mampu dioverclock sampai 3.4 GHz hanya dengan menggunakan sebuah heatsink
standar saja, kemampuan yang cukup luar biasa kami rasa karena dengan begitu
Anda tidak membutuhkan dana tambahan untuk sebuah heatsink.
ALLENDALE
Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya memiliki 2 MB L2 Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core processornya adalah E6300 dengan clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar 1066 MT/s.
Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya memiliki 2 MB L2 Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core processornya adalah E6300 dengan clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar 1066 MT/s.
MEROM
Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang diluncurkan secara bersamaan dengan Conroe, Conroe XE, dan Allendale. Pada dasarnya, Merom mempunyai spesifikasi dan fitur yang sama dengan Conroe namun Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang sedikit. Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari notebook sebesar 20%, namun dengan menggunakan resource daya yang sama dengan processor core duo yang memakai core processor Yonah. Selain itu, Merom adalah processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T 64-bit di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis dengan jajaran processor sebelumnya yaitu Intel Core Duo.
Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang diluncurkan secara bersamaan dengan Conroe, Conroe XE, dan Allendale. Pada dasarnya, Merom mempunyai spesifikasi dan fitur yang sama dengan Conroe namun Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang sedikit. Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari notebook sebesar 20%, namun dengan menggunakan resource daya yang sama dengan processor core duo yang memakai core processor Yonah. Selain itu, Merom adalah processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T 64-bit di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis dengan jajaran processor sebelumnya yaitu Intel Core Duo.
Processor Core 2 yang menggunakan core processor Merom diberi label
dengan “T5×00” dan “T7×00”. Keduanya mempunyai besar shared L2 cache yang
berbeda. Pada T5×00 L2 cache yang diusung adalah sebesar 2 MB, sedangkan pada
T7×00 L2 cache-nya adalah sebesar 4 MB.
Beberapa jenis dari Merom adalah T5500 dengan clock speed sebesar 1.66
GHz, T5600 dengan clock speed sebesar 1.83 GHz, T7200 dengan closk speed
sebesar 2.00 GHz, T7400 dengan clock speed sebesar 2.16 GHz, dan T7600 dengan
clock speed sebesar 2.33 GHz.
Sesuai dengan jenisnya, processor ini didesain oleh intel untuk
diaplikasikan ke dalam notebook, karena kelebihannya yang hanya membutuhkan
sedikit resource daya dari sebuah baterai notebook untuk bisa bekerja secara
maksimal. Sehingga dengan begitu, tidak saja baterai notebook Anda yang akan
tahan lebih lama, namun tentu kinerja yang akan Anda dapatkan akan lebih
maksimal dibandingkan dengan processor core duo dengan core processor Yonah.
Jajaran Processor Intel Mendatang
Menurut berita dari Intel, beberapa tipe processor saat ini sedang
dalam tahap pengembangan. Dan tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat ini
akan diluncurkan lagi beberapa processor baru, namun tentunya masih menggunakan
core processor yang sama. Contohnya seperti Core 2 Extreme X6900 yang mempunyai
clock speed 3.2 GHz, namun dengan FSB, shared L2 cache, socket, dan TDP yang
sama dengan X6800 kemungkinan akan diperkenalkan pada akhir tahun 2006.
Sedangkan dalam kuartal keempat tahun ini, kabarnya pihak Intel juga akan
meluncurkan Core 2 Extreme X8000 dengan clock speed 3.33 GHz dan FSB sebesar
1333 MHz QDR.
Core processor lain, seperti Allendale dan Merom juga mempunyai
tipe-tipe baru yang akan dikeluarkan tidak lama lagi. Allendale dengan E4300
yang mempunyai clock speed 1.8 GHz dan FSB sebesar 800 MT/s akan diluncurkan
pada kuartal pertama tahun depan. Sedangkan, Merom yang sedianya akan
diluncurkan pada April tahun depan akan mempunyai Front Side Bus (FSB) sebesar
800 MT/s lebih besar dari tipe sebelumnya dengan tambahan socket baru yang
dinamakan socket P.
Selain itu, core Kentsfield yang dalam beberapa bulan lalu sempat
menjadi bahan pembicaraan karena Kentsfi eld mempunyai dua buah dual core
processor dalam satu processor, sehingga bisa dikatakan Kentsfield memiliki
empat buah core processor dengan jenis Conroe (Quad-Core Conroe). Kentsfield
itu sendiri oleh pihak Intel akan diluncurkan pada kuartal keempat tahun ini.
Intel Mengungguli AMD?
Berdasarkan fakta pengujian yang kami dapatkan dari beberapa situs
hardware, mereka menyimpulkan beberapa hal yang sama, antara lain:
- Core 2 adalah processor x86 yang tercepat saat ini, baik untuk model
single-core maupun dual-core.
- Core 2 akan membuat Pentium D menjadi sebuah barang antik.
- Core 2 mempunyai performa yang luar biasa, namun Anda harus siap menebusnya
dengan harga tinggi.
- Core 2 mengungguli keluarga Athlon 64 baik X2 ataupun FX dalam segala
hal, termasuk untuk game yang biasanya AMD selalu unggul di sana.
- Core 2 hanya membutuhkan sedikit konsumsi daya jika dibandingkan
dengan processor desktop yang lain.
Apakah berarti nasib processor AMD sudah berakhir? Untuk saat ini
memang harus diakui, processor AMD kalah dari processor Intel dan harus rela
menyerahkan singgasananya tersebut. Namun untuk kalangan overlocker dan
enthusiast, nama AMD masih menjadi acuan bagi mereka. Untuk menghadapi rivalnya
tersebut, dari pihak AMD sendiri akan memangkas harga processor AMD di pasaran,
sehingga para user bisa mendapatkan sebuah processor dengan harga yang
terjangkau namun dengan performa tinggi.
Tidak lama lagi Intel akan meluncurkan processor dengan quad core yang
pertama dengan kode Kentsfi eld, namun AMD rupanya tidak tinggal diam karena
pada waktu yang bersamaan AMD akan meluncurkan processor dengan teknologi 65 nm
yang pertama. Bisa terlihat bahwa pertarungan antara Intel dan AMD belum
berakhir, bahkan semakin panas. Harus diakui untuk saat ini Intel adalah “New
King On The Block”, namun tentu saja AMD akan mengatakan “The Battle Is Not
Over Yet!”.
Perkembangannya processor yang pertama kali muncul
tahun 1990-an adalah pentium dengan kecepatan 75 Mega Hertz, dan saat ini
kecepatannya sudah mencapai 3 Giga Hertz lebih dengan processor Pentium IV.
Seiring dengan kecepatan Pentium IV, telah pula diperkenalkan processor dengan
teknologi mobile yaitu Centrino (Pentium M – Centrino) jenis processor ini baru
terdapat pada komputer-komputer built up, laptop, notebook. Saat ini, processor
yang terbaru adalah Dual Core (Core Duo). Processor ini memiliki dua kecepatan
giga hertz seperti memiliki dua processor. Beberapa produsen processor yang
terkenal adalah Intel, AMD dan Cyrix. CPU bekerja berdasarkan instruksi suatu
software, atau instruksi suatu program.
Perbedaaan Processor Core 2 & 2 Core Duo
Intel mengklasifikasikan prosesor untuk PC Desktop dan Notebook dalam
tiga keluarga prosesor yaitu :
1. Intel Celeron
2. Intel Pentium
3. Intel Core
Core duo berarti dua inti prosesor dalam satu chip (rumah/kemasan
prosesor) dan termasuk dalam keluarga prosesor Intel Core.
Pada PC Desktop dikenal dengan dual core dan ini terkadang disalahtafsirkan oleh pedagang komputer sebagai prosesor Core Duo.
Core Duo adalah teknologi terbaru (keluarga prosesor Intel Core) yang hendak diterapkan Intel bagi Notebook. Seiring perkembangan diadakan perbaikan/pengembangan yang menghasilkan Core 2 Duo. Sepertinya Intel berkeputusan untuk juga menggunakan teknologi Core 2 Duo pada PC Desktop. Sehingga PC Desktop saat ini bisa mengadopsi teknologi Core 2 Duo tanpa perlu mengalami fase Core Duo.
Pada PC Desktop dikenal dengan dual core dan ini terkadang disalahtafsirkan oleh pedagang komputer sebagai prosesor Core Duo.
Core Duo adalah teknologi terbaru (keluarga prosesor Intel Core) yang hendak diterapkan Intel bagi Notebook. Seiring perkembangan diadakan perbaikan/pengembangan yang menghasilkan Core 2 Duo. Sepertinya Intel berkeputusan untuk juga menggunakan teknologi Core 2 Duo pada PC Desktop. Sehingga PC Desktop saat ini bisa mengadopsi teknologi Core 2 Duo tanpa perlu mengalami fase Core Duo.
Kesimpulan umum
- Core Duo dan Core 2 Duo memiliki dua inti prosesor !
- Core Duo diciptakan untuk Notebook, seiring perkembangan diciptakan teknologi Core 2 Duo yang mana selain bisa digunakan untuk notebook juga bisa digunakan oleh PC Desktop.
- Tidak ada processor Core Duo untuk PC Desktop yang ada yaitu langsung Core 2 Duo, sebelumnya dua inti prosesor juga sudah pernah diterapkan pada PC Desktop yaitu pada keluarga prosesor Pentium diantaranya adalah Pentium Dual-Core dan Pentium D namun microarchitecture antara keluarga prosesor Intel Pentium dan keluarga prosesor Intel Core tersebut sangat jauh berbeda termasuk ukuran transistornya. Perbedaan tersebut mempengaruhi kinerja, tingkat kebutuhan energi/daya (wattage), dan panas yang dihasilkan. Pada Core 2 Duo kebutuhan energi dan panas yang dihasilkan jauh lebih kecil dibadingkan pada keluarga prosesor Intel Pentium yang berintikan dua prosesor.

Komentar
Posting Komentar